Install sistem operasi Debian 10 pada Virtualbox
Nama:Kurniawan S.P
No:11
Kelas:XII TKJ 1
Langkah - Langkah :
1. Membuat mesin baru di Virtual Box. Kli tombol NEW. Beri nama pada mesin virtual box, lalu next
2. Untuk ukuran memori (RAM) yang digunakan pada mesin virtual anda, saya sarankan 1024MB namun jika spesifikasi laptop / komputer anda pas-pasan, 512MB juga tidak apa-apa. Selanjutnya pilih Next.
3. Setelah itu kita membuat harddisk virtual untuk menyimpan data dan file mesin virtual kita. Pilih Create a virtual hard disk now kemudian pilih Create.
4. Setelah itu pilih VDI (VirtualBox Disk Image)
5. Selanjutnya pilih dynamically allocated kemudian pilih Next
6. Untuk ukuran harddisk virtual yang digunakan pada percobaan ini yaitu 20 GB (bisa disesuaikan). Setelah itu pilih Create
7. Setelah selesai membuat mesin virtual, selanjutnya kita perlu melakukan sedikit pengaturan. Pilih mesin virtual yang telah kita buat tadi (DEBIAN 10) kemudian pilih Settings untuk masuk ke menu pengaturan.
8. Setting pada bagian Network, pilih Host-only Adapter. Untuk Name (interface) bisa disesuaikan.
*Settingan pada bagian network ini opsional. Pada percobaan ini, di setting bridge supaya debian yang di virtual box seolah-olah satu jaringan dengan host (laptop / PC).
Setelah dipilih, klik OK
9. Pada menu Settings, kita pilih Storage. Kemudian pada bagian Controller: IDE, pilih Empty kemudian klik ikon CD seperti yang ditunjuk tanda panah. Pilih file ISO Debian 10 yang sebelumnya sudah anda download.
Jika file ISO Debian 10 berhasil ditambahkan, tampilannya nanti kurang lebih seperti ini. Selanjutnya pilih OK
12. Pada bagian bahasa, Pilih English 13. Untuk pilihan lokasi dan zona waktu, langsung tekan Enter. Nanti bisa diubah setelah selesai proses instalasi.
14. Pada konfigurasi keyboard, Pilih American English, kemudian Enter
15. Ketikkan nama hostname-nya, bebas kok. Kemudian pilih Continue
16. Masukkan nama domain yang diinginkan, misal google.com. Kemudian pilih Continue
17. Masukkan password untuk root. Gunakan password yang mudah diingat saja. Kemudian pilih Continue
19. Masukkan nama lengkap untuk pengguna baru anda, misal: kurniawan. Tidak harus nama lengkap.
Pengguna ini merupakan pengguna biasa, berbeda dengan root yang bisa disebut sebagai administrator yang mempunyai hak dan akses yang lengkap. Jika sudah, pilih Continue
20. Masukkan username, samakan dengan nama pengguna saja biar tidak bingung. Lalu pilih Continue
21. Masukkan password untuk pengguna baru. Buat sama dengan password root, biar tidak lupa. Selanjutnya pilih Continue
22. Masukkan kembali passwordnya, kemudian pilih Continue23. Pemilihan zona waktu biarkan default dengan menekan Enter, nanti bisa diubah24. Pada tahap partisi harddisk, pilih Guided – use entire disk25. Pilih harddisk yang ingin dipartisi kemudian Enter26. Pada pembagian partisi harddisk, pilih All files in one partition, ini direkomendasikan bagi pengguna baru yang masih awal belajar. Untuk teman-teman yang sudah mahir, bisa di sesuaikan.
27. Selanjutnya pilih Finish partitioning and write changes to disk
28. Jika muncul tampilan seperti ini, silakan pilih Yes29. Pada bagian Configuration Pacakge Manager - Scan another CD or DVD, pilih No30. Pada bagian Configuration Pacakge Manager - use a network mirror, pilih No31.Pada bagian Configuring Populiarity Contest - usage survey, pilih No32. Pada bagian Software selection, pilih standart system utilities. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing - masing.
33. Pilih Yes untuk instalasi GRUP boot loader
34. Pilih /dev/sda… (nama harddisk anda yang kurang lebih seperti gambar dibawah) kemudian tekan Enter
33. Pilih Yes untuk instalasi GRUP boot loader
34. Pilih /dev/sda… (nama harddisk anda yang kurang lebih seperti gambar dibawah) kemudian tekan Enter
Komentar
Posting Komentar